Minggu, 16 November 2008

BAHASA TERSULIT



BAHASA TERSULIT (bahasa dan imajinasi)
Suatu ketika ore pernah ditanya seorang kawan, bahasa apakah yang tingkat kesulitannya paling tinggi, ore pun tak bisa langsung jawab meski ore ngrasa ada bahasa yang paling sulit ore pelajari. Waktu itu ore paling sering jawab bahasa china yang paling sulit tapi paling mudah dikenal karena di kuping selalu terdengar huruf C nya. Mao ci nau cu cah cekali yaa.

Tapi setelah ore pikir-pikir lagi ore punya jawaban yang lebih mbulet untuk dimengerti. Sesuai pepatah lama tak ada sesuatu yang sempurna, setiap bahasa juga memiliki kelebihan dan kekurangan bila saling di bandingkan, apalagi kelebihan atau kekurangan tersebut juga relatif. Ada yang lebih sulit ada pula yang kurang gampang ( lha, itu kan sama aja?).

Kalau ingin tahu bahasa mana yang paling sulit dipelajari simak saja uraian ore menurut pengalaman dan perspektif pribadi ore.

Pertama ore mau pisahin dulu mengenai unsur2 yang ada di dalam bahasa. Ore membaginya menjadi 5 elemen (nyontek avatar aang nih):

1. Logat / pengucapan
2. Tata bahasa.
3. Percakapan.
4. Tulisan
5. Sastra

Sementara bahasa yang mau ore masukin sebagai referensi adalah

1 Bahasa indonesia
2. Bahasa Melayu.
3..Bahasa inggris.
4. Bahasa jerman.
5. Bahasa perancis.
6. Bahasa Jepang .
7. bahasa Mandarin / China.
8. Bahasa kanton / Hongkong.
9. Bahasa Jepang.
10. Bahasa Korea.
11. Bahasa Arab.
12. Bahasa Jawa.
13. Bahasa Binatang.

Wah banyak sekali yah, alamat bakal panjang ini. Ya udah ore mulai dari elemen pertama, yaitu pengucapan atau dalam bahasa amriknya pronunciation. Dalam hal ini boleh ditengok dulu lidah siapa yang mau dipakai, untuk bahasa asia seperti idonesia, jepang, korea dll memang lebih mudah dilafalkan oleh lidah-lidah asia. Bahasa cina juga gampang ngucapinnya tapi susah membedakan antara c yang satu dengan c yang lain, rada mending logatnya hongkong.

Sementara bahasa inggris, jerman, perancis beserta tetangga2nya lebih mudah dilafalkan oleh lidah eropa, maksudnya seperti kita orang indonesia akan lebih ringan melafalkan bahasa jepang atau korea ketimbang bahasa perancis atau jerman, apalagi bahasa londo bisa2 mulut kering karena kebanyakan meludah ich.. oich... khh..khh... bduh... crot. Lidah timur tengah lebih dekat dengan lidah asia dan bukan lidah onta, sebab lidah onta lebih cocok dengan bahasa yang nomer 13, bahasa binatang (jadi ngaco nih).

Sudah dulu ngomongin lidah, kalo menurut ore pribadi lidah jawa lebih toleran karena cocok untuk bahasa apapun termasuk bahasa binatang sekalipun, misal tutututu...., kur..kurr..kur.., puuss..., shah...shah...!! tahu kan artinya?.

Elemen yang kedua adalah tata bahasa atau grammar. Kalau yang ini paling mudah adalah grammarnya bahasa indonesia, suer, bukannya mentang-mentang bahasa sendiri dan sudah dikuasai. Menurut feeling ore bahasa indo kalau dibanding bahasa lain lebih ringan dan sederhana, tapi kalo mbandinginnya dengan bahasa malaysia ya sama aja, lha emang satu rumpun.

Misalnya dalam segi kata, satu kata bisa mewakili kondisi apa saja hanya dengan memberi imbuhan depan atau belakang. Tidak seperti bahasa arab yang memiliki 'tashrif' dan i'lal sebagai transformasi satu kata ke bentuk yang sangat banyak dan bervariasi, dan tentu saja penggunaannya berbeda-beda. Atau bahasa inggris memiliki reguler dan irregular verb meski tak seribet bahasa arab. Jerman dan perancis juga memiliki irreguler mirip inggris tapi ditambah lagi ada banyak kata yang memiliki jenis feminim, maskulin dan netral. Kalo di arabnya ada mu'annats dan mudzakkar kurang lebih begitu, yang mana itu tidak dimiliki oleh bahasa indonesia. Bagaimana dengan bahasa china, perasaan bahasa cina grammarnya ndak rumit amat sih. Mengalir saja dan bisa dirasakan dengan pedoman bahasa kita sendiri.

Selanjutnya bahasa jepang, kalo ore ndak ngefan berat sama bahasa ini mungkin ore udah putus asa ditengah jalan. Ampun deh baru kali ini ore nemuin ada bahasa yang pakai empat macam huruf dan dipakai bersamaan, tapi entar aja, mengenai tulisan itu elemen ke empat. Grammar jepang juga ternyata mengenal transformasi macam tashrif dan i'lal nya bahasa arab dengan segala kerumitannya serta penggunaan bahasa kasar dan sopan berdasar umur dan status mirip boso jowo. Namun dari sekian bahasa yang memliki grammar tersulit, ore nominasikan bahasa arab dan kedua adalah jepang disusul bahasa jawa. Pada ndak nyangka kan ternyata bahasa jawa termasuk bahasa super komplex, mengenai itu sampean cari sendiri kenapa. Bagaimana dengan bahasa onta? Ah ore ndak bisa menilainya, sebab ore belum pernah menemukan grammar bahasa binatang. (kayaknya perlu dibuatin nih, PUUSS... artinya manggil kucing, SYHAH.. artinya ngusir ayam, waddiauw.. artinya digigit cemut).

Itu tadi elemen tiga, sekarang yang ke empat adalah bahasa tulisan. Ini yang menjadi favorit ore, menulis huruf asing. Sedikit cerita tentang rasa penasaran ore tentang bahasa china adalah bentuknya yang unik dan rumit. Sebelumnya ore mengira cara kerjanya sama dengan abjad yang biasa ore pakai. Lha dalah, ternyata tidak demikian.

Untuk lebih mudahnya, menurut sejarah dahulu china korea dan jepang adalah satu rumpun. Hal ini bisa dilihat dari huruf yang dipakai berasal dari huruf yang sama. Hanzi (dibaca hance) adalah istilah huruf cina dalam bahasa mandarin sedang bahasa jepangnya adalah kanji yang berarti huruf bangsa han atau huruf cina. Korea semula juga menggunakan huruf cina yang mereka sebut hanja, namun dengan perkembangan budaya serta merupakan negara yang terpisah dengan cina, korea membuat huruf sendiri yang disebut hangul, gara-garanya huruf cina yang kelewat njlimet (emang sih). Bayangkan saja kita harus menghafal huruf yang berjumlah enam ribuan lebih, belum bentuknya yang sangat rumit, dan bahkan konon jumlah pastinya belum bisa ditentukan.

Kemudian masing-masig mengalami perubahan dan penyesuaian, china tetap menggunakan huruf yang sama, akan tetapi sekarang telah dibuatkan versi sederhananya, atau di kenal dengan huruf cina modern. Sementara yang tradisional juga masih dipakai. Jepang juga masih menggunakan huruf cina, tetapi karena ada beberapa kendala dalam penggunaan akhirnya jepang membuat 2 macam huruf baru yang disebut hiragana dan katakana untuk melengkapi penulisan yang tidak dapat dilakukan dengan kanji. Ditambah dengan Romaji (huruf roman kayak gini) berarti jepang menggunakan 4 macam huruf sekaligus, trus cara pakainya gimana? Kapan2 aja ore jelasin.

Untuk tingkat kesulitan ore nilai huruf kanji yang tersulit, sebab satu kanji bisa memiliki 2 sampai 5 bacaan tergantung pemakaian. Kemudian yang kedua huruf china, meski punya dua versi dan jumah yang beribu-ribu, paling tidak satu huruf umumnya konsisten punya satu bacaan, tapi juga banyak sekali huruf yang berbeda tetapi memiliki bacaan yang sama ( ini yang bikin repot).

Mengenai huruf yang lain masih mudah menghapalnya karena jumlahnya yang sedikit. Seperti huruf hindi punya india yang agak mirip aksara jawa, huruf arab susahnya kalau pas gak ada harokat. Huruf hangul punya korea, penggunaanya yang unik karena merupakan kombinasi huruf yang ditumpuk2.

Memasuki elemen terakhir adalah sastra. Sebenarnya ore ndak begitu paham dengan sastra, sastra bahasa indonesia aja ore masih kacau. Tapi berdasar cerita yang pernah ore dengar (tembung jare). Sastra arab adalah yang number wahid. Kenapa? Ore ndak tahu, yang jelas buktinya ada, alqur'an yang sudah beratus tahun tak pernah hilang oleh zaman, tak pernah habis digali, tak pernah mempan dipalsu, tak pernah kalah diadu. Sementara kamusnya aja yang pernah ore temui paling tebal dibanding kamus bahasa lain.

Kemudian masih katanya, sastra cina sangat unik dari tulisannya. Selain huruf cina merupakan simbol-simbol yang awalnya adalah sebuah gambar, terdapat sebuah kata bijak yang ditulis dengan memutar. Uniknya dibaca mulai dari huruf mana saja bisa, mau maju mau mundur, dari atas bawah samping semua memiliki makna. Ilustrasinya seperti, rudi makan ikan asin, trus ditulis seperti rantai memutar. Dan membacanya bisa dimulai dari asin, makan, rudi atau asin. Kalau pakai bahasa kita mungkin jadi berantakan, tapi sastra cina termasuk jepang dan korea memiliki keunikan tersendiri dalam tulisan dan sastranya.

Secara keseluruhan menurut ore semua sastra itu sulit, emang ndak bakat dalam bidang sastra sih. Mungkin yang agak mudah adalah sastranya bahasa nomer 13, ndak tau ah, jangan-jangan malah yang paling uangel. Tapi bagaimanapun semua bahasa yang ada bisa dipersatukan dengan satu bahasa, bahasa hati LOF EN PIS.

Salam bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar