Hari ini, bulan maret, tepatnya hari terakhir di bulan ketiga tahun duaribusembilan.
hari dimana ore tadi malam tidur ga tenang oleh ribut suara kucing2 menggeram bersahutan, hari dimana ore tadi malam juga sudah namatin GTO yang lama tertunda. Lebih tepatnya lagi di pagi hari ini ore teringat dan merenung.....
...And what I have done, there is nothing for this month, even last month I fill my blog just once. This is bad, artinya not good, maksudnya ya ga bagus, ore seperti sudah mulai berhenti menulis. kegiatan yang dulu pernah ore prioritaskan jangan sampai berhenti meski menulis sesuatu yang tidak penting. namun kenyataannya sampai akhir bulan maret ini ore tidak menghasilkan tulisan apa-apa, malah sibuk dengan ini itu, tapi banyakan ininya. Itu berarti ore lagi banyak kerjaan yang bikin lupa untuk nulis atau malah bikin males.
Mau ga mau kendala menulis mulai menjangkiti ore lagi, akhirnya ore nyadar bahwa kesulitan menulis bukan karena bagaimana caranya biar bisa menulis. susahnya menyisihkan waktu untuk menulis juga termasuk kesulitan tersendiri. ore lagi dalam keadaan low passion to write, ga banyak waktu buat nganggur. ah jadinya menulis kayak pekerjaan pengangguran aja. yang jelas lagi ga ada sesuatu yang bikin tertarik untuk mulai menulis, ini aja ore pakasain biar dapat nulis something not important. he he
Dan ternyata besok sudah tanggal satu april, bulan keempat tahun duaribusembilan, tahun dimana ore mulai males lagi buat bikin tulisan. (yappari,zannen datta ne..)
ya udah, akhirnya ore bikin tulisan juga gara2 ngeluh jarang nulis. nanti aja kalo ada waktu longgar ore lanjutin. (alasan doang sih).
salam dari mamo (masih terlalu pagi, ore mo tidur lagi) zzzzz....
Tampilkan postingan dengan label ada-ada aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada-ada aja. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Maret 2009
Senin, 01 Desember 2008
Indonesiaku yang sempit
.jpg)
Indonesiaku yang sempit
Negara kita kaya akan budaya, negara kita penuh kemajemukan. Negara kita juga saling menghargai perbedaan. Ragam budaya dan bahasa menjadi aset berharga yang harus dijaga, dan keragaman itu menjadi inspirasi para seniman sejati.
Kira-kira seperti itulah ore menggambarkan indonesia yang katanya sudah merdeka pada taon empat lima. Yang mau ore omongin di sini adalah seni dan budaya. Kritik sambal untuk para seniman dan nasib budaya bagi kaum muda. Uneg-uneg yang ore omongin di sini berdasar apa yang ore lihat saat ini dan belum diuji kebenarannya secara ilmiah jadi gak usah napsu dulu dibuat rujukan.
Maksud ore seniman yang mo dikritik di sini adalah seniman di dunia entertainment, lebih spesifik lagi dunia perfilman dan khususnya sinetron. Sudah bukan rahasia lagi bahwa kualitas sinetron kita emang sering kebanjiran kritikan dari pengamat masalah perfilman (dan sejak kapan ore ikut mengamati pilem?), sepertinya mereka sudah dapat suntikan imunisasi KK (kebal kritik) atau memang mati suri dalam kreativitas.
Yang sering ore amati khususnya dari segi pendidikan dan pesan moral. Mulai kasus pergaulan bebas para anak muda, exploitasi perempuan yang makin berani, ibu-ibu pecandu gosip, para bapak yang doyan selingkuh, belum lagi gaya hidup serba mewah yang tidak mencerminkan wajah orang indonesia yang rata-rata masih kesusahan. Jujur aja ore ngrasa miris kalo liat sinetron sering ada wajah-wajah iblis bermunculan (emang sih Cuma ekting, tapi seperti menunjukkan beginilah kelakuan orang kita di mata dunia). Sementara ore juga rada sebel liat peran orang yang memiliki kebaikan dan kesabaran tingkat tinggi seperti orang-orang suci (bukannya tidak suka, tapi kesannya amat sangat terlalu dibuat-buat, bisa dibilang mati rasa untuk ukuran orang awam. begitu barangkali), padahal seting filmnya itu kehidupan normal biasa dan bukan seting dunia lain.
Ekting yang berlebihan, ekting peran antagonis atau orang lagi emosi, entah artisnya yang kurang pro ato sutradaranya sengaja begitu, kalo ada antagonis selalu saja wajah iblis yang dimunculkan, mata melotot kepala diangkat suara dikencengin, otot sarap mengencang sejadi-jadinya dan kameraa roll eksyen!!. Aaaummkh...!! Terlihat sekali si aktor membuang sama sekali unsur manusiawi dalam diri tanpa sisa. Maksud ore bukannya ektingnya buruk, bagus kok, nyatanya berhasll membuat penonton sebel liat orang macam yang diperanin si aktor. Yang menggeltik ore untuk mengomentari adalah seakan-akan kami para pemirsa dianggap bodoh dan kurang sensitif dalam menangkap keantagonisan sang pemain sehingga sang sutradara perlu membikinnya seekstrim mungkin dengan menonjolkan sisi gelap dari ekspresi sang artis secara berlebihan. Padahal menurut ore ekspresi yang wajar akan lebih membuat penonton berempati pada peran antagonis yang menjadi jahat bukan semata-mata tanpa alasan. Bukankah pada dasarnya sifat manusia adalah manusiawi, asalkan citra buruk lebih ditekankan melalui kedalaman cerita maka tak perlu si antagon berubah menjadi iblis. Sebab antagonis tidak selalu jahat, kecuali kalo memang lagi peran kerasukan jin penunggu pohon kwaci, itu sih memang cocok.
Tentang budaya, trus pilem hubungannya dengan budaya kita apaan, yah ini baru setahu ore aja sih. Itu tuh budaya jakarta, memang sih karena pilem kita didominasi dengan setting orang jakarta (aduh sempit amat ya mo bikin pilem di indonesia). Kalo masalah itu ore yakin karna masalah waktu dan biaya, mo nyari lokasi suting di luar jakarta kayaknya ndak ada yang cocok sama kocek. Dan seakan-akan di mata dunia, indonesia adalah hanya jakarta dan bali, yang terjadi seniman kok dibatasi, kalo sudah begitu bagaimana bisa dibilang kreatif?. Yang menjadi masalah adalah kekhawatiran ore akan terjadinya menjakartakan indonesia. Lho kok gitu? Sebentar, sabar dulu jangan terburu menafsirkan, itu hanya istilah ore aja kok. Emang gak banyak sih contohnya, tapi yang bikin ore tersinggung, orang jakarta aja bukan, tapi sok bilang lo en gue, dan parahnya anak muda sekarang seakan dipaksain ngomong ke gue daripada elo pade kalo mo gokil abiisss. itu kan sama saja membunuh identitas diri. Gue malu kalo bilang inyong atau urang kalo dijakarte, (oo.. gitu ya) trus kenapa ndak malu udel sama ketiak elo obral dijalanan (maksude jalan-jalan pake baju terbuka untuk umum, hush ada yang lirak-lirik tuh! Sapa hayoo..).
Menurut pandangan sempit ore, seakan-akan indonesia hanya milik orang jakarta sehingga stasiun televisi lebih banyak menampilkan acara berbau dan berbudaya kota metropolitan. (ya terang aja lho wong stasiun tipinya aja pada ngumpul di jakarta). Dan secara tidak langsung mengajarkan para pemirsanya mengikuti tingkah laku para pelaku sang selebritis. Kita tahu seberapa besar pengaruh televisi terhadap perkembangan pendidikan dan budaya, kita juga tahu rata-rata rakyat kita menjadikan acara televisi sebagai menu wajib di setiap rumah. Kita juga tahu anak-anak dan pemuda adalah generasi penerus bangsa, trus mau dibawa kemana negara ini (ya ndak tahu, emangnya siapa yang kuat ngangkat negara kok pake dibawa-bawa?. Tuh kan mbanyol lagi, kebiasaan kalo ndak bisa jawab suka berkelit, main petak umpet, trus kalo dah capek ganti mainan baru, gitu aja kale..).
Bagaimanapun itu adalah potret bangsa indonesia dimata salah seorang warganya (maksudnya ya ore gitu). Ore seakan tak henti-hentinya protes kenapa tuh tipi kok isinya Cuma wilayah jabotabek, ore yakin ini salah satu penyebab kenapa para pencari cinta (cinta harta dan dunia) banyak berbondong-bondong ke sana. Mereka terhipnotis menjadi seekor semut yang mencium aroma gula yang bernama jakarta. Belum lagi, mentang-mentang para pemirsanya suka sama acara tertentu lantas rame-rame buat acara gituan terus-terusan sampe kering mampus, Bukan begitu?, yang setuju monggo, yang gak setuju gak usah demo. lof en piss. Misi...
Gomenasai machigai areba.
Senin, 10 November 2008
Halusinasi

Halusinasi
Menulis itu mudah, menulis itu sangat mudah, sudah berkali-kali ore yakinkan diri bahwa menulis itu mudah, dan memang mudah tapi tak semudah menarik kereta kuda. Jika tanpa ada niat dan semangat jangan harap bisa jalan. Biar bahan menumpuk kalau keadaan pikiran sedang kacau mau apa lagi. Ore sendiri kadang merasa heran, kenapa harus heran karena begini ini bukan jalan yang diharapkan oleh banyuak orang termasauk orang utan. Mau gimana lagi ini sepertinya sudah menjadi peraturan dan memang demikian kalau seandainya kalian bisa menanti sebuah perjalanan indah yang penuh sensasi. Pada umumnya kantor kecamatan tidak menerima keluhan macam ini, でも 私 はすきです。Gunakan kemampuan divergen, siapkan diri untuk memecahkan masalah, cermati waktu dan terima kebutuhan untuk berubah kemudian carilah dukungan. Tidak sepantasnya apa yang kalian cari disini hanya sekedar emosi. Trima kasih sekali kalian mau memberi salam dan ucapan doa agar mendapatkan imunisasi.
Wow ternyata sudah jam duabelas. Mendapatkan ide sementara kalian sudah sadar akan bahayanya laporan keuangan negara. sudah berusaha kami laporkan. Lantas kalian mau minta apa lagi? Jurus naruto sudah tidak mempan lagi. Bahkan hatake kakashi kehabisan stok ramen ketika jiraiya diam-diam sudah berhasil mencuri bajunya akatsuki. Huek.. akhir-akhir ini ore sering ketemu hal yang gak jelas. Ampun ore sudah tidak kuat lagi perkara ginian sudah gak masuk akal lagi. Sia-sia kujadikan tulisan panjang lebar kalo tidak ada yang mau baca. Aduh, pundakku digiggit semut, mau ore garuk dulu. Ahh leganya, kalau mau menghayati dengan penuh penghayatan sebuah gigitan semut adalah kenikmatan. Lebih nikmat lagi kalau habis digaruk gatalnya hilang. Kebayang ndak kalo gatalnya ndak ilang, bisa runyam efek sampingannya. Belum lagi gigitan kuda! Ngiiik..
Sayup-sayup sepoi angin menyemprot jidat satpam kampus. Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta.., oooo…ya nasib ya nasii sudah menjadi bubur. Gubrak.!! Glontang..wush..brukk!! meong, oh apa itu barusan? Ternyata itu tadi Cuma mimpi. Ya, mimpi buruk. Tapi mimpinya aneh sekali, sama sekali gak nyambung. Emang iya! Mandi dulu ah… misi..
Kamis, 06 November 2008
Hobi Bahasa Asing
You wanna know one of my hobby? Ini hobi aneh yang jarang ore temui, ore juga ndak tahu ini bisa disebut hobi ato ndak. Yaitu Hobi belajar bahasa asing.
Semula ore hanya penasaran dan setelah dicoba ternyata ketagihan. Kalau diruntut sejak kecil ore emang sudah penasaran dengan bahasa dan tulisan yang belum pernah ore temuin sebelumnya. Tapi karena tidak ada akses untuk menpelajarinya lebih jauh, hal itu tinggal angan dan kenangan. Agak gedean dikit ore pernah denger pak Karno pernah menguasai tujuh bahasa, ore maklum aja karena dia orang hebat, sementara ore ndak pernah kebayang bakal bisa menyusul jejaknya ( kalo mimpi sih iya ).
Bahasa asing pertama yang pernah ore pelajari adalah bahasa arab ( sebab ore ngaji juga pake bahasa arab, na'am?) dan bahasa inggris, karena dulu ada stasiun televisi yang menayangkan acara anak-anak "sesame street" yang masih pake bahasa inggris (kalo sekarang udah beganti nama "Jalan Sesama"). Dari situ ore mulai mengenal bahasa orang amrik, dan dilanjutkan ketika masuk smp kelas 1 dan seterusnya ore selalu dapat pelajaran bahasa inggris. Waktu itu ore belum menganggap belajar bahasa sebagai hobi, malah seperti kebanyakan anak-anak lain pada alergi, sepeti alerginya pada pelajaran matematika, dan tentu saja prestasi tak pernah memuaskan sampai di SMA.
Ore mulai tertarik belajar bahasa asing berawal dari kesukaan ore main video games. Waktu rame-ramenya Playstasion ore termasuk orang yang terkena demamnya. Setelah berjuang keras menabung dan urunan sama my little brother yang kebetulan punya hobi yang sama dalam dunia game, akhirnya ore bisa memiliki mesinnya sendiri. PSone keluaran sony. Setelah itu ore jadi pecandu game dan sering main video games sampai over dosis (teler abis..). Dan sejak saat itu pula ore mengenal bahasa jepang. singkat cerita, karena penasaran ore hunting buku plus kamus ampe keluar kota sebab agak susah nyarinya.
Setelah beberapa tahun ore tertantang juga untuk mempelajari bahasa mandarin gara-gara tergoda siaran TV parabola yang banyak pakai bahasa wang cing cang tapi ndak ada orang yang paham. Setelah rasa penasaran sedikit terobati, ore coba-coba mengenal bahasa jerman dan perancis, saking ambisinya ore telan dua-duanya sekaligus sampe ampun-ampun rasanya kepala buat belajar, perut mual sampe mau muntah. Akhirnya tobat dulu.
Tak berselang lama, jerman dan perancis belum kelar menyusul bahasa spanyol dan itali ore pelajari, wal hasil karena materi dan media belajar kurang mendukung akhirnya ore mentok Cuma bisa logat bahasanya. Yang terakhir bahasa india, kalo yang ini lebih dikarenakan penasaran dengan hurufnya yang mirip dengan aksara jawa. Ore sempat mempelajarinya tapi baru tahap pengenalan saja.
Setelah ore pikir-pikir dan ore itung-itung, banyak sekali bahasa yang ore pelajari, hasilnya mudah ditebak, ndak ada yang mateng sebab belajarnya otodidak dan tergantung mood. Akhirnya ore putuskan untuk fokus dulu pada bahasa yang sudah jelas. Dan akhire bahasa inggris sama arab ore tinggal dulu karena sudah agak mendingan, trus sekarang lagi konsen ke china, jepang sama korea. Hasilnya juga lumayan, buat nonton acara tv sudah mulai nyambung dikit-dikit. Yang lain nunggu kalo bahan belajarnya udah dapat.
Sayangnya ore belum pernah praktek sama native nya, paling tidak speaking sama orang yang bisa bahasa asing yang ore pelajari gitu (padahal pengen, hiks TT). Kesimpulannya bahasa ore masih masih pasif.
So siapa aja yang pengen belajar bahasa asing ore di bantuin yaa!! (apa ndak sebaliknya? Ah mo di bolak balik sama aja, yang mo sharing ato curhat ndak usah ketik reg spasi, langsung aja posting kesini) pede amat (^.^) v
감사합니다
Semula ore hanya penasaran dan setelah dicoba ternyata ketagihan. Kalau diruntut sejak kecil ore emang sudah penasaran dengan bahasa dan tulisan yang belum pernah ore temuin sebelumnya. Tapi karena tidak ada akses untuk menpelajarinya lebih jauh, hal itu tinggal angan dan kenangan. Agak gedean dikit ore pernah denger pak Karno pernah menguasai tujuh bahasa, ore maklum aja karena dia orang hebat, sementara ore ndak pernah kebayang bakal bisa menyusul jejaknya ( kalo mimpi sih iya ).
Bahasa asing pertama yang pernah ore pelajari adalah bahasa arab ( sebab ore ngaji juga pake bahasa arab, na'am?) dan bahasa inggris, karena dulu ada stasiun televisi yang menayangkan acara anak-anak "sesame street" yang masih pake bahasa inggris (kalo sekarang udah beganti nama "Jalan Sesama"). Dari situ ore mulai mengenal bahasa orang amrik, dan dilanjutkan ketika masuk smp kelas 1 dan seterusnya ore selalu dapat pelajaran bahasa inggris. Waktu itu ore belum menganggap belajar bahasa sebagai hobi, malah seperti kebanyakan anak-anak lain pada alergi, sepeti alerginya pada pelajaran matematika, dan tentu saja prestasi tak pernah memuaskan sampai di SMA.
Ore mulai tertarik belajar bahasa asing berawal dari kesukaan ore main video games. Waktu rame-ramenya Playstasion ore termasuk orang yang terkena demamnya. Setelah berjuang keras menabung dan urunan sama my little brother yang kebetulan punya hobi yang sama dalam dunia game, akhirnya ore bisa memiliki mesinnya sendiri. PSone keluaran sony. Setelah itu ore jadi pecandu game dan sering main video games sampai over dosis (teler abis..). Dan sejak saat itu pula ore mengenal bahasa jepang. singkat cerita, karena penasaran ore hunting buku plus kamus ampe keluar kota sebab agak susah nyarinya.
Setelah beberapa tahun ore tertantang juga untuk mempelajari bahasa mandarin gara-gara tergoda siaran TV parabola yang banyak pakai bahasa wang cing cang tapi ndak ada orang yang paham. Setelah rasa penasaran sedikit terobati, ore coba-coba mengenal bahasa jerman dan perancis, saking ambisinya ore telan dua-duanya sekaligus sampe ampun-ampun rasanya kepala buat belajar, perut mual sampe mau muntah. Akhirnya tobat dulu.
Tak berselang lama, jerman dan perancis belum kelar menyusul bahasa spanyol dan itali ore pelajari, wal hasil karena materi dan media belajar kurang mendukung akhirnya ore mentok Cuma bisa logat bahasanya. Yang terakhir bahasa india, kalo yang ini lebih dikarenakan penasaran dengan hurufnya yang mirip dengan aksara jawa. Ore sempat mempelajarinya tapi baru tahap pengenalan saja.
Setelah ore pikir-pikir dan ore itung-itung, banyak sekali bahasa yang ore pelajari, hasilnya mudah ditebak, ndak ada yang mateng sebab belajarnya otodidak dan tergantung mood. Akhirnya ore putuskan untuk fokus dulu pada bahasa yang sudah jelas. Dan akhire bahasa inggris sama arab ore tinggal dulu karena sudah agak mendingan, trus sekarang lagi konsen ke china, jepang sama korea. Hasilnya juga lumayan, buat nonton acara tv sudah mulai nyambung dikit-dikit. Yang lain nunggu kalo bahan belajarnya udah dapat.
Sayangnya ore belum pernah praktek sama native nya, paling tidak speaking sama orang yang bisa bahasa asing yang ore pelajari gitu (padahal pengen, hiks TT). Kesimpulannya bahasa ore masih masih pasif.
So siapa aja yang pengen belajar bahasa asing ore di bantuin yaa!! (apa ndak sebaliknya? Ah mo di bolak balik sama aja, yang mo sharing ato curhat ndak usah ketik reg spasi, langsung aja posting kesini) pede amat (^.^) v
감사합니다
Lazy Cat
Hallo para blogger mania,
perkenalkan ore penghuni baru yang siap bergentayangan di dunia maya. Untuk penampakan yang pertama ore isi dengan latihan-latihan saja, sebab ore belum begitu terbiasa dengan dunia maya apalagi dengan blog. Sejauh ini yang ore tahu blog itu bisa buat apa aja yang berbau tulisan (apa bener ya?). makanya kudu latihan dulu.
Terinspirasi oleh sesama blogger yang pernah ore ampiri dengan pede-nya posting tulisan yang kadang ancur berantakan tapi gak ada yang maki-maki, maka dengan modal nekat dan komputer pinjaman ore bernapsu juga buat ngeblog (itung-itung gratis sambil latihan nulis, plus tanpa lewat seleksi bisa langsung terbit). Dan setelah selancar sana selancar sini nyari tutorialnya akhirnya ore berhasil bikin blog sendiri (hore.. selamat!!).
Nama blognya " LAZY CAT " artinya kucing malas, ore suka sama kucing karena pemalas, dan paling benci kalo kucing rajin, rajin nyuri makanan, rajin berantem, apalagi kalo malem-malem. Bikin ribut aja +@$#@** !!
Jadi untuk sementara isinya masih dalam rangka latihan ngeposting, ngedit2, latihan nulis de el el. Mangkanya bagi para pengunjung yang bisa bantu mengasah kemampuan ore dalam ngeblog bantuin dong!, kirim komentar atau apaan deh yang penting bisa bikin ore pusing nambah kerjaan *_*!.
Eniwey, arigato gozaimasu yang udah ikutan baca!
perkenalkan ore penghuni baru yang siap bergentayangan di dunia maya. Untuk penampakan yang pertama ore isi dengan latihan-latihan saja, sebab ore belum begitu terbiasa dengan dunia maya apalagi dengan blog. Sejauh ini yang ore tahu blog itu bisa buat apa aja yang berbau tulisan (apa bener ya?). makanya kudu latihan dulu.
Terinspirasi oleh sesama blogger yang pernah ore ampiri dengan pede-nya posting tulisan yang kadang ancur berantakan tapi gak ada yang maki-maki, maka dengan modal nekat dan komputer pinjaman ore bernapsu juga buat ngeblog (itung-itung gratis sambil latihan nulis, plus tanpa lewat seleksi bisa langsung terbit). Dan setelah selancar sana selancar sini nyari tutorialnya akhirnya ore berhasil bikin blog sendiri (hore.. selamat!!).
Nama blognya " LAZY CAT " artinya kucing malas, ore suka sama kucing karena pemalas, dan paling benci kalo kucing rajin, rajin nyuri makanan, rajin berantem, apalagi kalo malem-malem. Bikin ribut aja +@$#@** !!
Jadi untuk sementara isinya masih dalam rangka latihan ngeposting, ngedit2, latihan nulis de el el. Mangkanya bagi para pengunjung yang bisa bantu mengasah kemampuan ore dalam ngeblog bantuin dong!, kirim komentar atau apaan deh yang penting bisa bikin ore pusing nambah kerjaan *_*!.
Eniwey, arigato gozaimasu yang udah ikutan baca!
Langganan:
Postingan (Atom)
(059).jpg)